Usung Tema Berbeda, SIRC 3.0 Digelar Penuh Makna

  • nfs 
IMG_3329

SEMARANG, HIMAHIUWH.OR.ID- HIMAHI UWH sekali lagi sukses menggelar acara Short International Relations Course 3.0 (SIRC 3.0) di Hotel Santika Premiere, Semarang (26/10). SIRC kali ini mengusung tema Rock the World with Strong Unity yang mana menggambarkan meskipun mahasiswa HI Unwahas berasal dari tempat yang berbeda, tetapi sekarang kita semua adalah satu kesatuan dalam keluarga besar HIMAHI Unwahas. Selain bertujuan untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru HI Unwahas, acara ini juga digunakan sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi antar angkatan, dosen, dan juga alumni.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, SIRC 3.0 kali ini menggunakan kostum klasik yang mana di tengah acara akan dipadupadankan dengan topeng. Ketika ditanyai apa arti dari gabungan kostum klasik dan topeng, Agung Jaya Bakti selaku Ketua Panitia menjawab, “Gabungan tersebut memiliki makna yang selaras dengan tema yang kita usung kali ini. Kostum Klasik di sini berarti masa lampau yang diibaratkan sebagai asal mahasiswa HI Unwahas yang mana berasal dari tempat berbeda. Sedangkan untuk topengnya sendiri adalah alat untuk menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada, yang mana diibaratkan seperti HIMAHI Unwahas.”

Pra-acara SIRC 3.0 dibuka dengan adanya perlombaan untuk mahasiswa HI 2019 yaitu video competition bertemakan “What Is International Relations” yang mana perlombaan ini dimenangkan oleh Neysa Annora Rizki, mahasiswa HI 2019. Selanjutnya ada english speech contest yang dimenangkan oleh Widya Lestari, mahasiswa HI 2019. Masih sama dengan tahun sebelumnya, Pra-acara SIRC tahun ini juga diadakan perlombaan Mr and Miss International Relations yang mana final dari perlombaan tersebut akan berlangsung pada malam puncak SIRC 3.0.

Puncak acara SIRC 3.0 dihadiri langsung oleh Dekan Fisip Unwahas, Agus Riyanto, S.IP., M.Si, Kajur HI, Dr. Ismiyatun, M.Si, dosen HI, Adi Joko, S.IP., MA, alumni HI, dan mahasiswa HI.  Acara ini dibuka dengan pemutaran video study excursion mahasiswa HI 2016. Selanjutnya, 4 mahasiswa HI 2018 membawakan tari tradisional berlagu Bang Bang Wus Rahino. Penabuhan gong oleh Kajur HI menandai SIRC 3.0 telah dibuka secara resmi.

Acara dilanjutkan dengan Talkshow alumni lalu Mask Time dan Dance Together dengan lagu Maumere. Gala Dinner sendiri dimeriahkan dengan sumbangan lagu dari Agus Riyanto yang mana menyanyikan lagu Bidadari Tak Bersayap dari Anji. Acara selanjutnya adalah pembagian hadiah kepada pemenang perlombaan pra-acara SIRC 3.0 dan dilanjutkan dengan Final Mr and Miss Internasional Relations 2019 yang mana Muhammad Naufalikar dan Neysa Annora Rizki keluar sebagai pemenang dari lomba tersebut dan menjadikan mereka sebagai Mr and Miss Internasional Relations 2019 menggantikan Muhamad Adib Hadafi dan Nur Islamiati.

Talkshow bersama alumni HI Unwahas.

Naufal mengungkapkan bahwa ini menjadi suatu kebanggaan diri sendiri, “Hal ini juga pastinya menjadi pemacu semangat untuk lebih baik kedepannya, tentunya dalam berkecimpungan di dunia HI itu sendiri,“ sambungnya. Sedangkan Neysa bersyukur dan berterima kasih atas doa dan dukungan dari semuanya. “Saya sempat merasa tak pantas tetapi teringat kembali bahwa ini bukan akhir melainkan awal sebuah amanat diemban dan tentunya bertemu orang-orang baru dengan problematika baru juga. Rasa ingin menjadi lebih baik lagi dan memberikan aspirasi dan inspirasi terbaik untuk semua itu mulai lebih tumbuh bersama akar yang kuat dan batang yang kokoh. Pepatah mengatakan bahwa bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan,” ujarnya. Special Performance dari guest star menandai berakhirnya acara SIRC 3.0 kali ini.

Ketika ditanyai tentang kendala menyiapkan SIRC 3.0, Agung mengatakan bahwa kekompakan tim, persiapan yang kurang matang akibat benturan jadwal, dana minim, serta kurangnya komunikasi tim merupakan kendala utama tersebut. Agung juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara ini, “Saya juga berterima kasih atas kinerja tim yang tangguh siang malam tanpa henti. Kalian adalah tim yang hebat,” sambungnya.

Terakhir, Agung berharap semoga acara ini ke depannya menjadi lebih baik lagi. “Semoga HI bisa menjadi jurusan terbaik dari banyaknya jurusan di Wahid Hasyim serta menjadi promotor untuk HMJ-HMJ lain di Wahid Hasyim,” pungkasnya. (nfs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *